PROFIL SOBAT OBOR
Bagi seorang pemuda yang memiliki "Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan" berasal dari Filipi 1:21, yang diungkapkan oleh Rasul Paulus. Motto ini mengandung dua makna yang sangat dalam tentang pandangan hidup seorang Kristen terhadap hidup dan kematian, dan bagaimana hal ini mempengaruhi cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal itu menjadi semboyan hidup Pemuda kelahiran Manado 4 April 1991, Apriano Rambi. Sebagai Pemuda GMIM yang aktif dalam pelayanan sejak 2014 menjadi Komisi Pemuda Jemaat GMIM Maranatha Kuhun Periode 2014 – 2017 hingga saat ini, menjadi Wakil Koordinator Kelompok Kerja Bidang Pembinaan dan Pengkaderan Pemuda GMIM.
Dengan motto hidupnya, menurut Aprianon nKristus menjadi pusat dalam setiap keputusan dan tindakan. Pemahaman ini berarti bahwa dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan, keluarga, hubungan sosial, maupun kegiatan pribadi seorang Kristen berusaha untuk hidup sesuai dengan teladan Kristus dan kehendak Tuhan.
“Prinsip ini juga mengajarkan untuk menjadikan iman sebagai landasan utama dalam setiap aspek kehidupan. Bukan hanya percaya kepada Kristus secara teoretis, tetapi juga menghidupi nilai-nilai iman tersebut dalam tindakan sehari-hari, seperti mengasihi sesama, berbagi, dan berbuat baik,” ucap Pemuda yang suka menemukan hal yang baru.
Selain aktif dalam pelayanan pemuda GMIM, Apriano Rambi juga pernah menjabat sebagai Komisi Remaja Jemaat Periode 2018 – 2021. Selain itu, terlibat dalam organisasi kepemudaan lewat DPD GAMKI Sulut Periode 2021 – 2024.
Apriano mengajak agar Pemuda GMIM untuk mengutamakan pelayanan kepada Tuhan dan sesama, sementara kematian dilihat sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan kekal di hadapan Tuhan.
“Bagi seorang Kristen, hidup tidak hanya tentang pencapaian duniawi, tetapi tentang menghidupi iman dan mengikuti Kristus,” pungkasnya.